Pelatihan BUMDES angkatan II berlangsung seru, karena para peserta merupakan pelaku usaha mikro yang sehari-harinya menjahit tas. Kebanyakan dari mereka adalah bapak-bapak yang kesehariannya menjadi pengrajin Tas. Ketika sharing dengan mereka, kami mendapatkan beberapa kendala dari mereka diantaranya adalah masalah permodalan dan pemasaran. Soal SDM jangan ditanya mereka sudah puluhan tahun membuat tas dengan berbagai macam kreasi dan inovasi baik yang jadul maupun modern semua bisa dibuat dan dikerjakan oleh mereka. Salah seorang dari peserta pelatihan maju kedepan dengan mengutarakan pendapatnya bahwa beliauy sudah memasuki usia senja dan untuk merubah kebiasaan mereka sangatlah susah. Setiap order yang datang kepada mereka selalu dikerjakan dengan rapi dan rajin.

Pelatihan Bumdes angkatan kedua ini lebih membahas mengenai bagaimana cara agar usaha yang mereka kerjakan berkembang dengan baik, sehingga membuka pekerjaan bagi para pemuda di desa karangtengah tepus. Bentuk BUMDES yang tepat bagi kelompok ini adalah BUMDES pemasaran produk. Jauhnya jarak antara desa mereka dengan bahan baku tidak menjadi pengkahalang bagi mereka untuk terus bergerak menjalankan usaha mereka. Seringkali usaha yang diajalankan oleh para pengrajin berjalan dengan ala kadarnya. Tanpa ada perencanaan dan manajemen usaha yang baik. Kami memberikan pemahaman bagaimana cara mengakses permodalan melalui perbankan dan CSR BUMN. Pada dasarnya permasalahan modal sebenarnya bukan kendala utama mereka, namu yang justru muncul adalah manajemen keuangan yang belum rapi. Maka kami menyarakan untuk memisahkan antara keuangan pribadi dan keuangan keluarga. Serta membuat pencatatan yang sederhana antara uang masuk dan keluar sehingga semua bisa ketahuan untung ataupun rugi.

Pelatiha BUMDES angkatan II bentuk lembaganya apa?

Pelatihan Bumdes angkatan kedua ini juga menyarakan bahwa lembaga yang cocok untuk kelompok pengrajin tas ini adalah bentuk koperasi. Dengan adanya koperasi maka kelompok pengrajin tas ini bisa mensejahterakan anggotanya. Langkah taktis untuk membuat BUMDES di Kecamatan Tepus pertama adalah menentukan potensi desa, selanjutnya memetakan potensi desa yang mungkin dikembangkan oleh masyarakat desa tepus. Setelah itu baru menentukan ide bisnis apa yang harus dilakukan dalam mengembangkan usahanya. Bisnis plan merupakan fondasi penting ketika memulai usaha. Bisnis plan ibarat penunjuk arah yang akan menghantarkan BUMDES pada sebuah tujuan target dan pencapaian. Tanpa adanya penunjuk arah ini usaha apapaun termasuk BUMDES mustahil akan berkemabang dengan baik dan cepat. Pelatihan BUMDES angkatan 2 ini sangat dinanti oleh warga kecamatan tepus khususnya dukuh karang tengah. Desa yang sangat jauh dari kota dan akses pasar.