Hari ahad 16 Maret 2016 kami berkesempatan untuk mengikuti Pelatihan dan sertifikasi bidang Ekspor yang diadakan oleh Deputi Pengembangan SDM Kementrian Koperasi dan UKM Republik Indonesia di Grage Hotel Yogyakarta.Pelatihan ini cukup padat yaitu 6 hari mulai dari pagi sampai malam. Jadwal yang padat ini memberikan bekal yang sangat wonderful dan amazing. Akhir sesi pelatihan diadakan ujian sertifikasi yang mengukur kapasitas peserta mengenai kemampuan bidang ekspor baik tertulis maupun praktek. Sertifikasi ini juga ga sembarangan karena diakui oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi yang mengacu pada SKKNI Standard Kompetensi Kerja Nasional Indonesia. Saya melihat acara ini cukup bermanfaat bagi Pendamping KUMKM, Konsultan Bisnis UKM, Maupun Pelaku UKM untuk mengadakan Ekspor. Penting bagi Pendamping bisnis KUMKM memiliki beberapa sertifikasi sesuai dengan minat dan Kompetensi nya. Kami turut Hadir bersama jaringan ABDSI diantaranya adalah PLUT DIY, ABDSI Korwil DIY, KKB, KKMB, SMEDC, Forbiz Indonesia, DLI Cabang Jogja serta lembaga Pendamping bisnis KUMKM.

Hari pertama merupakan Hari pembukaan dimana peserta diperkenalkan mengenai aturan main pelatihan bahwa peserta diharuskan mengikuti pelatihan dari Awal sampai selesai oleh Perwakilan Deputi Pengembangan SDM Kementrian Koperasi Dan UKM. Kami juga diwajibkan untuk mengumpulkan foto berwarna sejumlah 3×4 sebanyak 7 lembar serta foto copy ijazah terakhir. Dalam Hati kami bertanya untuk apa kami harus membawa syarat tersebut. Walaupun belum mengetahui maksud Dan tujuan kami tetap membawa syarat yang telah ditentukan oleh panitia penyelenggara. Setelah sambutan tibalah materi pertama. yaitu Pengantar Standar kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Sektor Perdagangan Bidang Koperasi dan UKM Republik Indonesia, Jabatan atau area kerja pelaku ekspor UKM.

Hari selanjutnya peserta dibimbing untuk mengisi beberapa latihan membuat dokumen dalam menjalankan ekspor. Ternyata dalam ekspor dokumen yang diurus tidak sesusah yang dibayangkan. Untuk ekspor cukup hanya memiliki NPWP, SIUP, dan NIK (Nomor Induk Kepabean). Untuk mendapatkan dokumen kepabean bisa didapatkan melalui sistem online. Jika ada orang yang menawari sampai berjuta-juta, dialah calo. Ketika kita ingin mengurus sendiri semuanay ternyata mudah dan murah.

Dalam sertifikasi Ekspor bagi Fasilitator UMKM perlu dipertimbangkan hal sebagai berikut. Kita harus mampu membuat dokumen-dokumen baik utama maupun pendukung. Introduction latter, negotiation letter, offering latter purchase order letter, sales contract, inquery letter, confirmung letter.

Fasilitator Ekspor UMKM

Jika kita termasuk yang memiliki kemampuan bahasa inggris yang kurang, maka kita dapat memanfaatkan teknologi terkini yaitu Google Translate. Walaupun tidak sepenuhnya benar, namun google translate cukup untuk mentransfer maksud komunikasi. Kisah yang sangat mengharukan saat kami menemukan kasus di lapangan bahwa ada seorang eksportir yang tidak memiliki kecapakan dalam bahasa inggris. dia hanya mengandalkan google translate untuk berkomunikasi via email. Caranya saat membuat surat awal dalam bahasa indonesia, kemudian dittranslate ke inggris, hasil translate tanpa diedit dikirim ke buyer atau calon buyer secara mentah-mentah. Dapat surat dari buyer langsung diterjemhkan ke indonesia, dibuat lagi balasan dalam indonesia  kemudian ditranslate lagi. Simple bukan? Barang yang diekspor pun juga tidak muluk-muluk yaitu kerupuk. Produk unik yang diekspor oleh APIKRI jogja juga unik, yaitu peti mati berbahan rotan yang ramah lingkungan. Kami banyak belajar dari Pak Amir Pansuri dengan

Bagaimana cara mencari Buyer? Dahulu kala para eksportir kesulitan media komunikasi dalam aktifitas ekspor. Hanya berbekal surat atau sms. Namun, sekarang media komunikasi terbuka sangat lebar. Kita bisa manfaatkan website, media sosial atau bahkan marketplace luar seperti alibaba atau amazon. Ada Forum juga namun berbayar, dengan menjadi anggota forum kita bisa mencari buyer yang lagi butuh barang apa aja di negara mana. Keren kan? Memang keren karena kita harus merogoh kocek yang lumayan sekitar $450.

Untuk lolos sertifikasi ekspor kita dituntut memiliki bukti-bukti dan kemampuan dalam menjalankan ekspor. Nah, kita juga mesti mampu menjawab soal tertulis yang diberikan oleh asesor. Asesor juga melihat bukti-bukti yang pernah kita buat seperti dokumen-dokumen ekspor. Selain sertifikasi ekspor kami juga diberikan ujian sertifikasi sebagai instruktur muda oleh BNSP. Dalam kesempatan uji instruktur muda kami berkesempatan bersama Amir Pansuri, Cahyadi Joko Sukmono, Sapto TP, Wiwit AB, Mbah Ngatijo. Berada pada kelompok senior membuat kami belajar banyak teknik memfasilitasi sebagai instruktur dalam sebuah pelatihan.