Indonesai adalah negara yang kaya hasil bumi. Bahkan setiap desa memiliki makanan khas yang terbuat dari hasil bumi di bidang pertanian. Contohnya adalah gaplek yaitu makanan khas dari gunung kidul, salak yaitu buah yang menjadi icon di kabupaten Sleman tepatnya di daerah Tempel dan Turi bahkan tanaman buah salak masih terus dikembangka, dan geplak yaitu makanan khas dari kabupaten Bantul. Makanan seperti halnya gaplek dan geplak tersebut pembuatannya dengan memanfaatkan hasil pertanian.

Di Yogyakarta sendiri memiliki banyak daerah-daerah yang memiliki potensi untuk dikembangkannya BUMDes. Wilayah pesisir di Yogyakarta tepatnya di pantai Depok, banyak warga masyarakatnya yang berprofesi sebagai nelayan. Ikan hasil tangkapannya lalu dijual dipasar ikan, atau di jual di warung ikan bakar yang ada di pinggiran sepanjang pantai.

Di Kabupaten Sleman terkenal dengan adanya wisata Lava Tour yaitu menyusuri kawasan Merapi. Hal ini sangat menarik para wisatawan untuk memacu adrenalin. Tak hanya wisata Lava Tour saja, namun di Kaliurang, tepatnya di desa Hargobinangun, Pakem banyak tempat wisata antara lain Gardu pandang, di mana kita bisa menyaksikan gagahnya Gunung Merapi. Goa Jepang adalah goa-goa yang ada di kawasan Merapi yang nerupakan peninggalan Jepang, tepatnya di bukit Plawangan. Untuk melihat Goa Jepang, para pengunjung harus mendaki terlebih dahulu selama kurang lebih 1,5 jam. Taman Wisata Kaliurang, di sana adalah surganya anak-anak untuk dapat bermain dan belajar mengenal alam. Masih ada lagi Museum Merapi, The World Landmark, dan Telaga Putri.

Pemetaan potensi desa tersebut memiliki peranan dalam mengembangkan sumber daya alam yang ada di desa tersebut. Yaitu mendorong warga masyarakatnya untuk berperan aktif dalam pembangunan dan pengembangan potensi desa tersebut. Sehingga hasil bumi dari pedesaan dapat sebagai penyuplai bahan pangan yang ada dikota. Secara ekonomis desa juga sebagai lumbung bahan mentah bagi industri yang ada di kota.

Desa adalah tempat produksi bahan pangan. Oleh karena itu, sangat penting peran masyarakat desa dalam pencapaian swasembada pangan. Desa juga memiliki peran dalam pembangunan yakni terletak pada ekonomi.

Pada Survei Penduduk Antar Sensus atau SUPAS tahun 2013, Indonesia memiliki setidaknya 80.714 desa. Dimana, desa – desa tersebut tersebar pada 6.982 kecamatan, 413 kabupaten, serta 98 kota dan 33 provinsi. Tidak hanya sebagai tempat tinggal saja, akan tetapi desa – desa tersebut juga berhubungan dengan kondisi lingkungan serta mata pencarian, yang membutuhkan perhatian juga pengkajian dengan seksama. Mayoritas penduduk Indonesia berada di pedesaan. Oleh karena itu, dalam upaya menumbuhkan partisipasi masyarakat dalam membangun sarana serta prasarana membutuhkan langkah yang tepat agar tidak membuat permasalahan di masyarakat.

Max weber berpendapat bahwa kemajuan desa sebagai partner pembangunan kota membutuhkan pemimpin yang kompeten. Ada 3 macam bentuk pemimpin yakni pemimpin tradisional, karismatik, serta rasional.

Menurut prof. drs. Bintarto, warga desa dapat menjadi partner pembangunan kota jika kehidupan modern telah dikenal serta dimiliki masyarakat pedesaan.

Ciri – ciri kesiapan dari warga desa, yakni:

  1. Dapat berfikir maju tanpa mengabaikan pengalaman masa lampau.
  2. Memiliki perencanaan yang masuk akal atau rasional.
  3. Memiliki kemauan menerima pengalaman baru maupun terbuka terhadap pembaruan.
  4. Mau menerima kritik dari pihak lain yang berdampak positif.
  5. Memiliki penghargaan terhadap orang lain.
  6. Mampu menghadapi serta mengatasi masalah yang ada.
  7. Menyelesaikan masalah dengan tindakan yang teratur serta teliti.
  8. Berpegang pada segala sesuatu yang mampu diperhitungkan.
  9. Memiliki kepercayaan terhadap ilmu pengetahuan serta teknologi.