Desa adalah sebuah wilayah yang kondisi alamnya masih asri dan jauh dari polusi. Di desa masih banyak lahan kosong yang dijadikan lahan pertanian dan perkebunan. Masyarakanya sebagian besar bertani dan berkebun untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari. Keadaan di desa pun tidak seramai di daerah perkotaan. Untuk perkembangan ekonominya, wilayah pedesaan jauh tertinggal dari perkotaan. Hal ini dikarenakan adanya lonjakan urbanisasi, yaitu perpindahan penduduk dari desa ke kota. Jika hal ini terus berlangsung, maka wilayah desa akan semakin tertinggal karena tidak adanya seseorang yang membuat kelompok untuk membangun inovasi di desa berdasarkan hasil bumi di daerah pedesaan tersebut.

Pada dasaranya masyarakat kota maupun desa saling membutuhkan. Tanpa masyarkat desa, orang-orang yang berada di kota tidak akan terpenuhi kebutuhan pokoknya. Karena kurangnya lahan yang digunakan untuk bertani atau berkebun. Sehingga hal ini menjadikan masyarakat bergantung pada hasil pertanian masyarakat desa. Begitu pula dengan masyarakat didaerah pedesaan. Mereka juga bergantung pada masyarakat kota untuk menjual hasil panennya. Maka hasil tersebut dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan mereka di desa.

Oleh karena itu untuk mengatasi kertetinggal dalam perkembangannya, masyarakat desa harus mengembangkan gagasan dan idenya untuk membangun inovasi secara kreatif yang menjadikan sebuah hasil karya yang memiliki daya tarik serta manfaat untuk orang lain. Masyarakat desa harus mampu membaca peluang sehingga hasil yang diciptakan tepat sasaran di pasaran. Serta terus membangun dan menciptakan inovasi-inovasi sehingga menjadikan desa semakin maju.

Melihat, berbagai potensi yang ada di desa sangat memungkinkan untuk bisa dikembangkan dan bisa diwujudkan kegiatan usaha yang bermodalkan hasil bumi yang ada di pedesaan. Jika hasil bumi diolah dan dikemas dengan cara yang kreatif sehingga menjadikan produk tersebut memiliki nilai jual yang tinggi. Sehingga nantinya produk-produk tersebut bisa dijual baik di pasar tradisional maupun modern seperti halnya supermarket. Contohnya, keripik apel, keripik singkong, keripik salak adalah produk hasil bumi desa yang dijadikan makanan ringan yang dikemas dengan sangat menarik dan sudah memiliki izin baik dari Dinas Kesehatan dan Badan Pengawas Obat dan Makanan atau yang lebih dikenal dengan BPOM.

Masyarakat desa dapat memanfaatkan produk pariwisatanya, dengan memanfaatkan keindahan alamnya. Jika sebuah desa dikelola dan dibangun secara kreatif dan inovatif maka akan menjadikan pengahasilan yang besar bagi masyarakat desa tersebut. Misalnya membuat konsep desa wisata, sehingga masyarakat desa dapat memanfaatkan rumahnya untuk dijadikan homestay bagi wisatawan yang berkunjung untuk menginap. Namun untuk terus berjalannya usaha tersebut masyarakat desa perlu strategi pemasaran yang tepat dengan membuat promosi paket wisata, yang diperkenalkan secara online dan offline. 

Dalam hal ini BUMDes bisa jadi penggerak untuk mengembangkan potensi perekonomian melalui desa wisata ini. BUMDes dapat membuat sebuah program ataupun event  di desa tersebut sebagai daya tarik para wisatawan. Dengan demikian, semua lapisan masyarakat desa akan lebih berani untuk membangun pertumbuhan ekonomi di desanya. Ketika usaha tersebut didukung oleh program pemerintah dan masyarakatnya terbuka untuk mengikuti pelatihan-pelatihan yang diadakan maka hal ini membuat masyarakatnya memiliki keberanian dan kemampuan untuk mengidentifikasi masalah, lebih bersemangat, mampu berpikir diluar kebiasaan dan berani bersaing.

Selain itu, pelatihan yang harus digalakkan yaitu dalam hal pengenalan dan penguasaan di bidang teknologi informasi. Salah satunya adalah dalam hal penguasaan internet (Interconnection Networking) yang bisa membantu masyarakat desa untuk dapat mencari berbagai informasi dalam mengembangkan produk yang ada di desanya sekaligus mengenalkan hasil produk dari desanya.