Bambu adalah tanaman jenis rumput-rumputan dengan rongga dan ruas di batangnya. Bambu memiliki banyak tipe. Nama lain dari bambu adalah buluh, aur, dan eru. Di dunia ini bambu merupakan salah satu tanaman dengan pertumbuhan paling cepat. Karena memiliki sistem rhizoma-dependen unik, dalam sehari bambu dapat tumbuh sepanjang 60 cm (24 Inchi) bahkan lebih, tergantung pada kondisi tanah dan klimatologi tempat ia ditanam.

Bambu tumbuh dengan cara menyebarkan perakaran dan rizomanya di bawah tanah. Persebaran ini bisa sangat luas, dan jika tidak dikendalikan bisa menyebabkan tunas tumbuh di tempat yang tidak diinginkan, bahkan berpotensi invasif. Seberapa luas perakaran bambu menyebar ditentukan oleh jenis tanah dan iklim setempat. Rizoma yang berada di dalam tanah bisa dipotong jika diinginkan, dan jika rizoma terpisah dari badan utamanya, biasanya akan mati.

Pada zaman dahulu batang bambu digunakan untuk mendirikan bangunan. Batang bambu dapat digunakan sebagai tiang penyangga, bilah bambu digunakan untuk kerangka atap dan dapat juga dianyam dan dijadikan untuk dinding rumah. Banyak tanaman bambu yang hanya dijadikan sebagai kayu bakar. Banyak tanaman bambu yang kurang dimanfaatkan dengan baik, karena kurangnya pengetahuan dalam pengelolaan tanaman bambu.

Untuk menambah pengetahuan dalam mengelola dan memanfaatkan tanaman bambu perlu dilakukan pelatihan. Pelatihan tersebut memiliki manfaat untuk menambah nilai jual tanaman bambu yang berpengaruh pada peningkatan penghasilan warga masyarakat yang tinggal di desa penghasil bambu. Selain itu warga masyarakat yang mengikuti pelatihan di harapkan dapat berinovasi dalam memanfaatkan tanaman bambu.

Adapun pelatihan yang diberikan yaitu :

  1. Pengenalan bambu dan bagian – bagian bambu yang dapat dimanfaatkan dalam kerajinan bambu serta pengenalan alat dan teknik dasar dalam melakukan proses pengolahan bambu menjadi produk kerajinan.
  2. Proses pembuatan produk-produk kerajian yang dihasilkan dari tanaman bambu.
  3. Evaluasi dan tanya jawab selama proses pelatihan.
  4. Mengapresiasi para warga masyarakat yang aktif mengikuti pelatihan dari awal sampai akhir. Dengan memberikan sertifikat.

Dengan adanya pelatihan tersebut. Kini tanaman bambu dapat dimanfaatkan untuk membuat berbagai alat rumah tangga. Seperti di manfaatkan untuk membuat bakul nasi, tampah, besek (tempat kue), piring dan tempat sendok. Selain itu bambu juga di gunakan untuk membuat meja, kursi, hiasan dinding, caping(topi bambu), dan masih banyak lagi.

Di Yogyakarta terdapat dua desa yang terletak di kabupaten Sleman dan kabupaten Bantul. Kedua desa tersebut sebagai penghasil kerajinan bambu. Di Brajan, Sendangagung, Minggir, Sleman atau 20 km arah barat dari pusat kota Yogyakarta terdapat beraneka home industry kerajinan dan anyaman bambu. Dengan live-in maupun kunjungan sehari, pengunjung dapat belajar aneka kerajinan bambu meliputi pembuatan hingga pelatihan wirausaha. Para perajin bambu di desa Brajan sendiri telah mengetrapkan mutu produknya, sehingga kerajinan bambu Brajan sudah dikenal di luar negeri seperi Malaysia, Australia dan Belanda.

Di Dusun Tangkil, Desa Muntuk, Kecamatan Dlingo, Bantul. Setiap hari masyarakat di desa ini menggantungkan hidup dengan menganyam bambu. Mereka membuat pernak-pernik aneka macam kerajinan bernilai jual tinggi. Warga dusun Tangkil terus berinovasi dalam mengembangkan kerajinan dengan bahan dasar bambu. Hingga saat ini di Dusun Tangkil sudah memiliki 260 item barang yang dihasilkan dari bambu. Sekarang warga Dusun Tangkil sedang mengembangkan pembuatan saringan kopi dan cindera mata lainnya untuk dipajang di showroom bernama Muntuk Bamboo Art Space di Dusun Tangkil.