Pengertian dana desa adalah sejumlah anggaran dana yang diberikan kepada desa dari pemerintah. Dana tersebut berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang merupakan sumber dari Dana Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah. Jumlah yang diterima paling sedikit adalah 10% dari APBN.

Dana desa diprioritaskan manfaatnya untuk membiayai pembangunan dan pemberdayaan masyarakat guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa, kualitas hidup manusia, serta penanggulangan kemiskinan, yang dituangkan dalam Rencana Kerja Pemerintah Desa.

  1. Mengurangi tingkat kemiskinan

Dana desa sangat memiliki dampak yang sangat penting dalam rangka menumbuhkan perekonomian masyarakat pedesaan. Dengan adanya dana desa, masyarakat desa dapat menggunakan dana itu untuk meningkatkan produktivitas dan memanfaatkan tersebut sesuai dengan kebutuhannya. Dengan demikian taraf hidup di masyarakat pedesaan dapat meningkat. Adanya dana desa, mendukung terbangunya infrastruktur yang bermanfaat untuk menunjang terjadinya aktivitas ekonomi di tengah masyarakat desa. Pembangunan jembatan penghubung antar desa, memperbaiki saluran irigasi untuk meningkatkan hasil bumi dan pasar desa yang berfungsi sebagai wadah masyarakat pedesaan untuk menjual hasil bumi yang mereka kelola adalah contoh pembangunan infrastruktur tersebut.

2. Dana Desa untuk Pemerataan Pembangunan

Pemerintah berkomitmen yang salah satunya adalah pembangunan dari pedesaan,sehingga terjadi pertumbuhan ekonomi yang merata dan berkeadilan. Dalam pemerataan ekonomi harus ada penguatan di dalam lembaga desa yang terbuka dalam mengelola dana desa. Dengan dukungan alokasi dana desa yang terus meningkat ini diharap bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat sesuai UU Desa. oleh sebab itu, dana desa terus di tingkatkan setiap tahunnya.

3. Dana Desa untuk Menahan Laju Urbanisasi

Dengan dana desa dapat tercipta banyak peluang kerja bagi masyarakatnya. Sehingga dana desa tersebut dapat digunakan dalam pengembangan usaha milik desa. Hal ini difungsikan untuk mengembangkan kreatifitas warga desa dalam mengembangkan tempat wisata yang ada di desa tersebut. Dengan adanya tempat wisata, maka menarik para wisatawan untuk berkunjung, biasanya di tempat wisata tersebut di buat foodcourt yang menyediakan makanan atau minuman khas daerah. Di mana foodcourt tersebut di kelola oleh warga desa tersebut. Dengan adanya lapangan kerja di desanya sendiri, menurunkan tingkat urbanisasi warga masyarakatnya.  Selain itu banyak pihak yang diuntungkan antara lain, pengelola tempat wisata, pengelola foodcourt, badan usaha milik desa, warga desa yang memiliki rumah sewa. Mereka mendapatkan penghasilan dari adanya tempat wisata tersebut.

4. Meningkatkan kegiatan BUMDes

  • Pengelolaan tepat wisata
  • Pengelolaan industri pembuatan produk
  • Pengelolaan pada kawasan hutan lindung
  • Pengelolaan pada kawasan pertanian
  • Pengelolaan dalam pengolahan hasil pertanian
  • Pengelolaan dalam pengolahan perikanan
  • Pengelolaan produk unggulan yang diputuskan dalam musyawarah desa.
  • Pengembangan usaha layanan jasa, antara lain:
    • pembangunan dan penyewaan sarana prasarana
    • Pembangunan pasar desa
    • Pembangunan jembatan penghubung
    • Penyewaan tempat singgah di tempat wisata
    • Pengadaan dan penyewaan alat transportasi, hal ini banyak di temui di tempat wisata alam, contohnya : penyewaan kapal karet di tempat wisata arum jeram, penyewaan motor yang digunakan untuk menuju tempat wisata yang tidak dapat di lalui oleh kendaraan roda empat.
  • Pembentukan dan pengembangan produk unggulan yang terdapat di desa tersebut, antara lain:
  • Persewaan tenda dan alat pesta yang dimiliki oleh koperasi milik desa.
  • Pembangunan prasarana lainnya yang telah ditentukan dalam musyawarah desa.
  • Pengelolaan pemasaran hasil produksi usaha BUMDesa dan usaha ekonomi  yang berfokus pada pengembangan produk unggulan di kawasan pedesaan tersebut, antara lain :
  • Selalu update informasi harga pasar
  • Menyediakan tempat pameran hasil usaha BUMDes dan koperasi desa.
  • Mengadakan kerjasama antar daerah di bidang perdagangan.
  • Mengadakan kerjasama dengan pihak lain.
  • Mengelola pemasaran produk unggulan lainnya yang telah diputuskan dalam musyawarah Desa.